"Yuk meningkatkan pemahaman tentang Ekonomi Moneter"
EKONOMI MONETER
Oleh Juwita Yuniarsi Saharis
Kita ketahui Kehidupan manusia di dunia tak bisa sepenuhnya lepas dari kegiatan ekonomi. Sedangkan kegiatan ekonomi yang terjadi merupakan penerapan dari Ilmu Ekonomi.
Ekonomi Moneter juga merupakan bagian dari Ilmu Ekonomi, khususnya yang mempelajari tentang sifat, fungsi dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Sehingga untuk mengelola perekonomian suatu negara, pemerintah disini melakukan berbagai Kebijakan Ekonomi untuk mengarahkan perekonomian bangsa menjadi lebih baik.
Kebijakan Ekonomi ialah cara atau langkah - langkah pengendalian dan pengawasan perekonomian secara keseluruhan yang dilakukan pemerintah. Salah satunya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yaitu kebijakan atau Ekonomi Moneter. Perekonomian yang baik sendiri dapat dilihat dari kestabilan harga melalui tingkat inflasi yang terkontrol, Yuk Simak lebih lengkap penjelasannya berikut ini π€
PENGERTIAN EKONOMI MONETER
Ekonomi Moneter merupakan ilmu ekonomi yang mengkhususkan perhatiannya untuk mempelajari uang dengan hubungan-hubungannya, Dimana masalah-masalah yang spesifik dalam kajian ekonomi moneter adalah masalah keuangan dan perbankan.
Ekonomi Moneter dapat juga didefinisikan sebagai bagian dari ilmu ekonomi yang khususnya Makro Ekonomi yang mempelajari tentang bagaimana Peranan dan fungsi uang dalam perekonomian, Pengaruh sistem moneter terhadap jumlah uang yang beredar, Pengaruh jumlah uang beredar dengan kredit terhadap kegiatan ekonomi, Pengaruh tingkat suku bunga terhadap permintaan uang, Sistem moneter internasional, Lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank ( LKB dan LKBB ), Lembaga Keuangan Internasional. Kegiatan Ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mempengaruhi tingkat pengangguran, produksi, harga, dan hubungan perdagangan atau pembayaran internasional.
Keuangan yang sering kali berubah-ubah dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi membuat sebuah Negara mengatur hal tersebut dengan suatu kebijakan dan untuk memperoleh peningkatan pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas harga pasar. Agar hal ini bisa dicapai, Bank Sentral yang juga dikenal sebagai otoritas moneter mengeluarkan kebijakan untuk mengatur keuangan Negara agar lebih terkendali. Seperti ketersediaan uang, distribusi, kesempatan kerja serta laju inflasi yang terkendali.
Perekonomian Negara selalu mendapatkan perhatian lebih karena sumbangsinya untuk Negara yang sangat besar. Pemerintah senantiasa mengamati pembangunan ekonomi, dan jika diperoleh keadaan yang menyimpang maka disinilah otoritas moneter mengambil tindakan yaitu pemerintah akan mengambil langkah kebijaksanaan untuk mengatasi masalah tersebut melalui otoritas moneter yakni Kebijakan Moneter.
Kebijakan Moneter inilah yang merupakan sebuah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatur kestabilan keuangan suatu negara. Umumnya pengelola Ekonomi Moneter dipegang oleh pemerintah melalui Bank Sentral atau Bank Indonesia.
Pengertian kebijakan moneter menurut para ahli antara lain :
- Nanga : Pengertian Kebijakan Moneter adalah Kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter dengan mengendalikan jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat dan mengurangi ketidakstabilan ekonomi.
- Boediono Moneter : Yang dimaksud dengan Kebijakan Moneter adalah tindakan pemerintah melalui Bank Sentral untuk mempengaruhi dalam situasi makro yang dilaksanakan yaitu dengan menyeimbangkan jumlah uang beredar dengan penawaran barang sehingga inflasi dapat dikendalikan, tercapainya kesempatan kerja penuh dan kelancaran suplai atau distribusi barang.
- M. Natsir : Yang dimaksud dengan Monetary Policy adalah segala tindakan atau upaya Bank Sentral untuk mempengaruhi perkembangan variabel moneter ( Uang beredar, Nilai tukar, Suku bunga, dan Suku bunga kredit ) untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
- Perry warjiyo : Kebijakan Moneter adalah kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk agregat moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan memperhatikan siklus aktivitas ekonomi, sifat ekonomi suatu negara dan faktor ekonomi fundamental lainnya.
JENIS - JENIS EKONOMI MONETER
Jenis-jenis kebijakan moneter dapat dibagi menjadi dua langkah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar, yakni :
- Kebijakan Moneter Ekspansif atau kebijakan uang longgar { easy money Policy }, Kebijakan Moneter Ekspansif ini yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan risiko inflasi akan semakin tinggi. Kebijakan ini utamanya melakukan penambahan uang yang beredar dalam masyarakat agar roda perekonomian semakin berjalan cepat. Kebijakan ini juga mampu meningkatkan daya beli ( Permintaan ) Masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan Moneter Ekspansif juga mempengaruhi tingkat pengangguran di suatu negara. Contohnya Kebijakan Moneter Ekspansif : (1) Membeli Surat Bank Indonesia, (2) Menurunkan Tingkat Suku Bunga, (3) Menurunkan Rasio Persyaratan Cadangan / Giro Wajib Minimum, (4) Memperlonggar Syarat Kredit, (5) Himbauan Moral. Contoh konkretnya, yaitu Bank Indonesia menambah jumlah uang beredar dengan mengeluarkan lebih banyak uang cetak. Mata uang Rupiah menjadi lebih murah daripada mata uang negara lain.
- Kebijakan Moneter Kontraktif, Kebijakan ini menurunkan tingkat inflasi dan mengurangi jumlah uang beredar dalam perekonomian. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan suku bunga, menjual obligasi pemerintah, dan menaikkan persyaratan cadangan untuk bank. Contohnya Kebijakan Moneter Kontraktif : Bank Indonesia ( BI ) Melakukan lelang sertifikatnya, atau bisa juga melalui pembelian surat berharga di pasar modal. BI dapat menurunkan suku bunga jika kondisi ekonomi sesuai dengan ekspektasi. Sebaliknya, BI bisa menaikkan suku bunga bila ingin membatasi aktivitas ekonomi sehingga aliran uang berkurang.
Pemerintah juga melakukan beberapa langkah - langkah agar kebijakan ini bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Beberapa instrumen yang digunakan Bank Sentral sebagai otoritas moneter dalam menerapkan kebijakan moneter yaitu sebagai berikut :
- Open Marketing Operation Instrument, Salah satu kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ) atau membeli surat berharga di pasar modal.
- Fasilitas Diskonto adalah Discount Window yaitu kredit yang diberikan oleh Bank Sentral kepada suatu Bank dalam rangka mengatasi kesulitan likuiditas yang disebabkan oleh ketidaksesuaian ( Mismatch ) pengelolaan dana yang bersifat sementara.
- Suku Cadangan Wajib [ Reserve Requirement Ratio ] adalah cara mengatur, baik menaikkan atau menurunkan jumlah suku cadang yang ada pada pengatur kebijakan. Menurunkan rasio cadangan wajib yang diberlakukan di bank merupakan usaha pemerintah meningkatkan peredaran rupiah. Hal ini berlaku sebaliknya saat pemerintah ingin menurunkan peredaran rupiah.
- Himbauan Moral [ Moral Persuasion ], Himbauan ini seperti menghimbau pihak Bank untuk selektif dalam mengeluarkan kredit untuk menekan peredaran jumlah uang. Hal ini juga berupa himbauan kepada Bank melakukan pinjaman uang dalam jumlah besar ke Bank Sentral untuk memperbanyak peredaran rupiah.
- Kebijakan Kredit Selektif, Kebijakan ini diberlakukan oleh Bank Sentral dalam hal ini Bank Indonesia. Bank Sentral memiliki kebijakan untuk menentukan jenis pinjaman yang boleh atau tidak, serta pinjaman yang perlu ditambah atau dikurangi.
TUJUAN EKONOMI MONETER
Tujuan Ekonomi Moneter dalam proses pengambilan Kebijakan suatu Negara adalah menjaga kestabilan ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan geliat usaha yang terus meningkat dan meningkatnya kesempatan kerja, yakni sebagai berikut :
- Menjaga stabilitas ekonomi, Stabilitas ekonomi akan tercapai apabila keadaan perekonomian berjalan sesuai harapan, terkendali dan berkesinambungan. Artinya pertumbuhan jumlah uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan barang dan jasa yang tersedia.
- Menjaga stabilitas harga, Dalam hal ini, Interaksi jumlah uang yang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga. Fluktuasi harga yang naik dan turun dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila harga cenderung menunjukkan tren meningkat secara terus menerus maka masyarakat akan membelanjakan semua uangnya sehingga mengakibatkan terjadinya inflasi.
- Meningkatkan kesempatan kerja, Dalam keadaan ekonomi stabil akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya yang memungkinkan adanya perluasan usaha yang berimbas kepada terbukanya lapangan pekerjaan yang baru. Sehingga kesempatan kerja bagi masyarakat akan meningkat.
- Memperbaiki posisi neraca perdagangan Dan neraca pembayaran, Dalam hal ini, Apabila negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, harga barang ekspor menjadi lebih murah, sehingga memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Peningkatan jumlah ekspor akan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
- Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran, Ekonomi Moneter mengatur arus jalannya jumlah uang yang beredar di masyarakat, sehingga secara otomatis membantu peredaran mata uang sebagai Medium Of Exchange.
- Mempengaruhi likuiditas, Pengendalian moneter yang baik juga mempengaruhi Distribusi Likuiditas terhadap pelaku-pelaku perekonomian, sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.
- Mempengaruhi sumber pendapatan, Dalam hal ini, Pemerintah dapat menaikkan rasio cadangan kas minimum sehingga sumber pendapatan yang tidak optimal dapat tertutupi. Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.
KONSEP DAN RUANG LINGKUP EKONOMI MONETER
Adapun konsep dasar dari Ekonomi moneter yaitu sebagai berikut :
- Konsep ekonomi moneter konvensional, Dalam pandangan ekonomi konvensional maka tujuan memegang uang terdiri dari tiga keinginan, yaitu : (1) Tujuan transaksi dalam rangka membayar pembelian-pembelian yang akan mereka lakukan, (2) Tujuan Berjaga-jaga sebagai alat untuk menghadapi kesusahan yang mungkin timbul di masa yang akan datang, (3) Tujuan Spekulasi dalam masyarakat yang menganut sistem ekonomi konvensional ini, maka fungsi uang yang tak kalah pentingnya adalah untuk spekulasi, dimana pelaku ekonomi dengan cermat mengamati tingkat bunga yang berlaku saat itu.
- Konsep ekonomi moneter Islam, Dalam hal ini, konsep Ekonomi Moneter Islam tidak mengutamakan suku bunga. Bahkan sejak Zaman Rosulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, Kebijakan Moneter dilaksanakan tanpa menggunakan instrument bunga sama sekali. Sedangkan dalam pandangan Kebijakan Moneter Konvensional, bunga menjadi hal yang sangat dominan bisa dilihat dari fungsi uang dalam kebijakan ekonomi moneter salah satunya adalah tujuan Spekulasi.
Ruang lingkup Ekonomi moneter :
- Fungsi dan peran penting uang dalam perekonomian, Pada Zaman dahulu untuk memenuhi kebutuhan dengan memproduksi sendiri ( Nomaden ) Tukar menukar barang secara langsung ( Barter ) Barang-barang tertentu berfungsi sebagai alat tukar uang barang Uang logam ( Methalic Money ) Uang Kertas dan Uang Logam. Secara umum fungsi uang adalah sebagai alat tukar dalam pembayaran. Jika dilihat lebih dalam lagi, Fungsi Uang bisa dikategorikan ke dalam 2 Fungsi, yaitu Fungsi Asli Uang : (1) Uang digunakan untuk alat tukar menukar, (2) Uang digunakan sebagai standar satuan harga, dan (3) Uang sebagai penyimpan nilai ( Valuta ). dan Fungsi Turunan : (1) Uang adalah alat pembayaran yang legal dan sah, (2) Uang sebagai alat dalam pembayaran jumlah utang, (3) Uang sebagai alat untuk menentukan besar kecilnya nilai kekayaan, (4) Uang sebagai alat pemindah kekayaan yang dimiliki seseorang dan (5) Uang sebagai pendorong kegiatan ekonomi.
- Sistem dan pengaruh moneter terhadap jumlah uang yang beredar dan kredit, Sistem Moneter dalam penerapannya terdapat 3 unsur pokok yang harus terpenuhi, yaitu : (1) Standar Uang dibagi menjadi Dua bagian yakni, Standar Komoditas ( Standar yang ditentukan dengan Emas) dan Standar Kredit ( Standar unit mata uangnya tidak tergantung pada jenis logam ). (2) Jenis - jenis Uang yang beredar di masyarakat adalah, Jenis Uang Kartal ( Uang kertas dan Uang Logam ), dan Uang Giral ( dalam bentuk simpanan deposito ). (3) Lembaga - Lembaga Penerbit dan pengendalian Uang Bank Sentral dan Bank Komersial. (4) Fungsi penting Sistem Moneter, yaitu berperan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.
- fungsi bank sentral, Fungsi dan tujuan utama dari Bank adalah menentukan semua arah kebijakan - kebijakan yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara kestabilan mata uang yang kemudian secara berkelanjutan akan bermanfaat dalam koreksi tingkat inflasi yang mungkin akan terjadi sehingga akan menjaga agar nilai tukar mata uang tidak mengalami penurunan yang drastis. Sedangkan Tugas Bank Sentral dalam aktivitasnya yaitu menjalankan beberapa tugas pokok dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi dan perbankan. Adapun Beberapa tugas utama yang dimiliki oleh bank sentral, Salah satunya yaitu Menjaga dan mengatur seluruh kegiatan yang bertujuan dalam menjaga kestabilan nilai mata uang.
- Pengaruh jumlah uang yang beredar dan kredit terhadap kegiatan ekonomi, Jumlah uang yang beredar adalah besar kecilnya jumlah uang yang ada dan beredar dalam seluruh kegiatan yang bertujuan untuk menjaga berlangsungnya Kegiatan Ekonomi. Adapun pengaruh jumlah uang yang beredar terhadap Kegiatan Ekonomi, yakni (1) Menjaga kemampuan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa, (2) Menjaga harga pasar agar tetap stabil, sehingga menurunkan resiko adanya inflasi atau deflasi.
- Pembayaran dan sistem moneter internasional, Ekonomi moneter merupakan sebuah landasan dalam mengatur seluruh kegiatan ekonomi yang dilihat dari segi peran penting faktor uang dalam kegiatan ekonomi. Hal ini akan menjadi sebuah media yang memberikan akses terhadap proses pengawasan dan analisis. Sistem moneter dapat dikatakan juga sebagai Pilar Sistem Perekonomian suatu negara yang akan menentukan arah perekonomian yang bertujuan untuk mewujudkan kemakmuran dan meningkatnya ekonomi negara. Sistem Moneter Internasional mengacu pada beberapa jenis instrumen, lembaga, dan perjanjian yang berkaitan erat dalam terbentuknya nilai tukar mata uang atau kurs mata uang terhadap nilai mata uang berbagai dunia, selain itu didalamnya juga meliputi ( Modal, Terciptanya Perdagangan Internasional, dan Pembayaran ).
MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER
Mekanisme Transmisi Moneter Mengacu pada proses di mana kebijakan tingkat yang ditransmisikan melalui ekonomi dan pada akhirnya mempengaruhi tingkat inflasi . Kebijakan suku bunga atau suku bunga acuan adalah salah satu alat kebijakan moneter untuk mempengaruhi jumlah uang beredar di sisi persyaratan cadangan dan operasi pasar terbuka.
- Suku Bunga Sebagai Alat Kebijakan Moneter
Ketika bank sentral ingin menghindari hiperinflasi, ia akan mengadopsi kebijakan moneter ketat dengan menaikkan suku bunga kebijakan. Peningkatan dalam suku bunga kebijakan mengurangi tingkat pertumbuhan jumlah uang beredar dalam perekonomian. Ini kemudian mengurangi permintaan agregat dan pertumbuhan ekonomi dan memoderasi tingkat inflasi. Sebaliknya, untuk menghindari deflasi – biasanya, selama pertumbuhan ekonomi lemah atau resesi – bank sentral kebijakan suku bunga. Itu dikenal sebagai k ebijakan ekspansif . Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya kredit, menaikkan permintaan agregat, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bisnis meningkatkan produksi mereka, mendorong PDB riil untuk tumbuh secara positif. Tingkat inflasi secara bertahap akan meningkat.
- Saluran Saluran Kebijakan Moneter : Kakus Suku Bunga Yang Lebih Rendah
Katakanlah, bank sentral mengadopsi kebijakan ekspansif untuk mengembangkan ekonomi dengan menurunkan kebijakan suku bunga. Pemotongan suku bunga mempengaruhi beberapa saluran ekonomi, termasuk kredit, ekspektasi agen ekonomi, harga aset, kekayaan, dan nilai tukar.
- Penurunan suku bunga kredit
Bank-bank komersial merespons pemotongan kebijakan suku bunga dengan menurunkan suku bunga kredit. Akibatnya, rumah tangga dan bisnis meminjam lebih banyak karena lebih murah. Mereka menggunakan kredit yang lebih murah untuk membeli barang dan jasa. Sesuai permintaan barang, meresponsnya dengan meningkatkan produksi mereka.
- Agen ekonomi menjadi lebih optimis
Rumah tangga dan bisnis menjadi lebih percaya diri. Mereka dikaitkan dengan suku bunga yang lebih rendah dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa depan. Mereka mengharapkan pendapatan rumah tangga menjadi lebih tinggi dan keuntungan perusahaan meningkat. Optimisme ini mendorong rumah tangga untuk meningkatkan konsumsi sekarang. Bisnis juga ingin memesan beberapa barang modal , terutama untuk peralatan ringan.
- Harga aset meningkat
Harga aset cenderung naik. Itu karena nilai sekarang dari munculnya arus kas masa depan meningkat. Investor menyukai obligasi karena harga akan cenderung tumbuh ketika suku bunga turun. Meningkatnya laba prospek perusahaan juga mendorong kenaikan harga saham. Akibatnya, kekayaan rumah tangga meningkat.
- Depresiasi mata uang
Mata uang domestik terdepresiasi. Suku bunga domestik yang lebih rendah mempersempit spread dengan suku bunga internasional. Situasi mengarah ke arus keluar uang panas. Aliran keluar mendevaluasi mata uang domestik. Depresiasi membuat harga barang domestik lebih murah untuk pembeli asing. Karena barang lebih kompetitif (dalam hal harga relatif), ekspor seharusnya meningkat. Ekspor berarti permintaan agregat yang lebih tinggi, mendorong produsen dalam negeri untuk meningkatkan output.
Sumber : https://ekonomi-moneter/
https://.gramedia.com/literasi/kebijakan-moneter/amp/


9 komentar:
����
Oke mantap penjelasan nya ��
Wah mantap
terbaikkk
good������
mantap penjelasannya
Mantap banget penjelasannya
Wah,bagus penjelasannyaa
Waw sangat menarik❤
Posting Komentar